BELAKANG PINTU

Ke paku belakang pintu
telah aku gantungkan kain ragi sirah belum selesai itu
sebelum udara buruk
membikin kubangan
membikin lubang
atau lubuk dengan air berpusar hitam dalam matamu.

Dan aku biarkan pintu membuka dalam malam
kubiarkan angin sedikit itu
mengirim bergantang-gantang kabut asap ke dalam kamar
menghempas-hempas pintu
membuat kain belum selesai itu mengibarkan mimpi buruk

dan derik patahan ranting terbakar
kuda-kuda berlari dengan tempurung kaki hangus
lenguh napas terakhir sebelum sampai ke muara.

Ke paku belakang pintu
aku gantungkan apa yang patut aku gantungkan
aku kembalikan apa yang seharusnya aku kembalikan

bayangan gajah mini dari rotan
patahan sepeda plastik roda tiga
kibaran baju terjepit daun jendela.

Kita selalu punya malam penuh batuk
dingin malaria
hari-hari disulam dari mala.

2016
Telah disiarkan Kompas cetak, Sabtu, 10 September 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s