DI MANDIANGIN

Kita mungkin sedang bergerak ke masa lalu
seperti kota dengan suara diredam ini
jam gadang menggantung dengan lonceng berhenti berdentang
orang-orang berlari mundur
menembus dinding ruko, pintu surau, meja rumah makan
kursi kedai kopi, menembus setiap benda di hadapan mereka
dan menghisap suara
meminggirkan kata-kata.

Sebuah kota dengan jalanan terus susut
rel kereta setengah abad dihimpit rumah-rumah bertingkat
pasar menjual segala obat cara memandirkan diri
lereng dengan tanah runtuh tiap sebentar
dan di sini, di tiap lima menit, kesepian berderit.

Kita mungkin benar sedang bergerak ke masa lalu
seperti kota di ketinggian
dimana dingin seakan dibuat beku
kota dimana kepergian adalah pintu menuju pulang
dan pulang adalah cara lain menuju hilang.

Di sini, masa lalu, seakan hari baru
kita akan terus dimandikan angin dimandikan dingin
serasa terus ingin: ke yang dulu, ke yang seperti itu…

2016
Telah disiarkan Kompas cetak, Sabtu, 10 September 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s