HIMBAU-HIMBAU

Sebab kita tidak tahu apa itu keinginan
maka kukenakan lagi baju hangat
sepatu hitam dari masa lampau.

Sebuah jalan mungkin akan memberi petunjuk
dari satu tiang listrik ke tiang lain
dari gelupas aspal, tembok terbongkar, rumah tinggal.

Tapi sajak telah mengantarkan kita jauh sebelumnya
pada mimpi tentang hunian tropis
atap ijuk
hantu pengembala cuaca
hujan ngambang di belakang
hutan dalam kaleng roti
dan seutas benang terikat tiang membentang jauh
ke seberang benua, terus berdengung, memberi kabar.

Keinginan, katamu, seperti sebuah dusun
di mana kematian tenang adalah bahasa terbaik
di mana mimpi akan terus dilamun air gadang

keinginan hanya ada pada tungkai kaki orang pergi.

Maka kukenakan lagi baju hangat
sepatu hitam dari masa lampau
jalan menghimbau-himbau.

2016
Disiarkan Koran Tempo akhir pekan, Sabtu, 17 Desember 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s