KAPAL SELAT SUNDA

Dalam kepalaku anak gunung itu seakan terapung
setelah ledakan
setelah gelombang kiriman
setelah wabah hitam.

Tapi kini kapal-kapal terang benderang berangkat tengah malam
menjauh dari sebuah teluk untuk mendekat ke teluk lain
melintasi beribu-ribu lagu haru tentang ombak perantauan.

Aku masuki lambungmu 
seperti aku masuki ceruk masa lalu
kapal terang benderang
seekor ubur-ubur kulihat membentur-bentur tepi lambung
sebuah truk pengangkut beras 
dari dataran tinggi barat Sumatera
menggemakan musik haru, lagu kelu, tentang seorang lelaki
dengan sehelai kain sarung buruk bertolak dari dusun 

(dusun,
dimana seorang demi seorang lelaki
akan terus turun dari jenjang rumah
berserah arah pada angin datang)

Setelah itu musik haru lagi, lagu kelu lagi
tentang anak dagang didera kangen berkepanjangan
pada harum rumpun pandan musang
yang tumbuh di sudut dapur. 

Tapi dalam kepalaku anak gunung itu terus terapung
setelah penyeberangan demi penyeberangan
setelah badai demi badai
setelah wabah lupa hinggap di kepala
kapal-kapal terang benderang terus berangkat tengah malam
terus mengangkut beragam musik dan lagu haru
terus membikin hitam segala yang biru.

2016  

Disiarkan Koran Tempo akhir pekan, Sabtu, 17 Desember 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s