NASI KAPAU KRAMAT

Seekor ikan mujair, hanya bayangan
membentur tepi kuali

melompat ke dalam 

dan gulai

aku ingin gulai dengan santan dibuat kuning
seperti masa lalu
di antara padi-padi runduk hampir menjadi
kita duduk di hadapan piring membayangkan masa depan 
adalah kota dengan pesawat terus menggantung di udara
kota dengan mata dimana-mana, mainan plastik berhimpitan
dalam etalase kaca, roti sebesar buaya
dan terompah dengan tumit berlampu.

Seeokor ikan mujair, hanya bayangan
tersangkut telinga kuali

menggepak-ngepak melepaskan diri

dan aku kini tak menginginkan kota seperti itu lagi

maka kubenamkan segala harum rempah 
dari isi piring di hadapanku ini
kubenam dalam-dalam 
hingga semua demam turut terperam.

2016
Disiarkan Koran Tempo akhir pekan, Sabtu, 17 Desember 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s