RASUNA

Jalan lapang membentang di hadapanku, Rasuna
namamu dipasak pada sebuah ujung dan pada sebuah pangkal

1958 sudah lama lalu
sementara deraumu, pada himbauan itu, pada marah itu
adalah gema yang terus bersibantun dari satu dinding gedung 
ke dinding gedung lain.

Dan aku menghadapimu, menghadapi jalanmu
masa lalu kubayangkan lebih mirip tumpukan piring kumuh 
dalam baskom pencucian di kedai nasi. Masa depan kuangankan 
serupa susunan piring berisi ragam lauk, deretan talenan gulai 
rendang serta sayur dipajang di etalase.

2016

Disiarkan Koran Tempo akhir pekan, Sabtu, 17 Desember 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s