SEBUAH ARLOJI

Kau musti percaya, memandang sebuah arloji
akan membetulkan nasib begitu saja

seperti pagi itu
ketika kau terbangun dari mimpi
tentang rumah-rumah rebah ke arah jalan
tentang tiang-tiang listrik dibuat terjungkang badai malam
jendela dan pintu berkibar
neon menyembunyikan terang.

Dan kau terbangun, begitu saja.

Kota membentang apa adanya
di hadapanmu, di hadapan ranjang tidurmu
gedung-gedung tegak tinggi
kaca membentang semenjana
harum roti hangat dan kopi kelat dibawa gerak udara.

Kau memandang arloji
memastikan nasib baik adalah taburan serbuk dari rambut peri.

Kau musti percaya, seperti aku juga percaya
sebuah arloji
akan membuat sepasang mata yang kita kenakan
akan terus menjaga kita dari bentangan ketakutan

seperti pagi itu
ketika kau sadar bahwa hantu
yang selalu terbawa dari kisah masa kecilmu
hanya ada dalam perutmu

terikat di pangkal lambungmu.

2016

Disiarkan Koran Tempo akhir pekan, Sabtu, 17 Desember 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s