LENGGO GENI KEPADA CINDUA MATO

Telah aku himpun berpuluh lesung berikut alu, Kakanda
ketika tiga malam berturut-turut
murai memekik di tandan buah kelapa
dan bengkalai kain selesai kubakar
sudah jadi abu, sudah berupa debu
lesung dan alu kubuat berbunyi bertalu-talu
hingga tanah membikin lindu
lenganku berharap segera terkait tulang belikatmu
rambutku berkibaran sudah sementara angin kosong tiada menderu
entah mambang dari gunung mana
entah hantu dari lembah mana
membikin gerak jantung ini kian menggila.

Telah aku perturut hasrat, kuurut semua kalimat umpat
tapi hidup ini memang benar khianat, Kakanda.

Maka pada pada tungku dengan api membumbung
di atasnya
kubikin kuali teronggok mengangkang
kuisi pati santan
segala rempah
segala daun penggoyang lidah
kuserakkan ke dalam

Tapi jangat bukan lagi jangat
daging bukan lagi daging
ketika gulai menggelegak kutunggangkan ke badan
sakit tidak lagi terasa ke dalam

Telah aku himpun berpuluh lesung berikut alu, Kakanda
kubuat berbunyi bertalu-talu sepanjang malam terbentang
sebagai tanda kangen mendera
sebagai ganti demam tiada terkira.

Depok, 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s