MENCARI PUTI BUNGSU

Pada air tenang dalam talam itu
kembali aku cari tubuhmu

kulihat sebuah dusun tersibak dari balik kabut pagi
barangkali itu kota tersumbul seusai asap berhari-hari

lenguh seekor babi hutan diterkam anjing pada bagian leher
gerung truk-truk tua pengangkut pasir pada pendakian kesekian

rumah oleng dengan tiang hitam
dari peradaban lama
kondominium tegak berjaga
dalam lingkaran cahaya

aku melihat hari lalu sekaligus hari depan saling bertaut
dusun dan kota seakan lempeng mata uang logam bergasing
dan suara-suara, dari rimba raya, dari lingkar luar jalur niaga
dari arah muara, dari arah gudang kina dan gudang tembaga
suara-suara mengendap jauh ke pangkal lubang telinga.

Pada air tenang dalam talam itu
tidak pernah kutemukan lagi tubuhmu

sudah kujatuhkan sehelai demi sehelai rambut
yang tersangkut di bekas sisirmu

rambut jatuh
air membikin riak
udara tersentak lantas bergerak

kecuali bayangan punggung beranjak menjauh
dari dalam talam itu
hari lalu adalah gerak riak menepi
dan hari depan membikin pusaran lamban
ke dalam, pusaran susut kian ke dalam

Depok, 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s