DALAM DUA LARIK

Kita menghampang
untuk melepaskan.

Jam malam, pintu-pintu angin, plaza-plaza dingin
dengkur masa lalu terkurung dalam kotak pendingin
seperti dusun-dusun anggur dibekukan lewat botol cognac
dan di sini, di jalanan kota ini, di jalur masa depan ini
kita melintas malam dan merasa sudah memintas waktu
berharap dapat mengekalkan rasian kemarin
tentang rumah tak terjangkau air naik
tentang harum pandan dari meja makan di pagi hari
dan musik-musik terbaik, lagu-lagu terbaik.

Dan kita membunuh
untuk menghidupkan.

Jam malam, ruang-ruang pengap, ruko-ruko gelap
demam paling sempurna adalah sepi berkepanjangan
mabuk paling abadi barangkali cinta tak kunjung menjadi
dan di sini, di jalanan kota ini, di lintasan pengharapan ini
kita menangkap lesatan cahaya lampu sebelum padam
berharap lupa pada hari buruk dan amuk paling terkutuk
tentang kaca jendela dihumban batu
tentang tiang-tiang rumah jadi abu
dan api biar dalam diri, biar padam sendiri.

Mahali, 2017

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s