SETELAH MEMBUKA TAMBO

Di hadapanku,
rumah tinggi
sebuah balkon dengan bohlam pecah
 
hari sedang kelam raya
ketika seekor kumbang terbang berputar lalu terjungkal
di atas meja.
 
Kemari ingatan,
ke pangkal telingaku
ke ruas-ruas jariku
ke gelupas triplek pada pintu kamarku
tapi jangan berharap apa-apa lagi pada urat kudukku
tidak lagi ada denyut
tidak lagi membikin segala macam ketakutan susut.
 
Kecuali rumah tinggi
tegak dengan bagak di hadapanku
kota ini telah berkerut
dan bikin angin bergerak menggelambir
kutunaikan sudah membaca kitab tentang kalian
kitab itu terus membikin ruang dalam mataku
terus berkejaran ke liang limpaku.
 
Dengung listrik,
loteng meredam suara kucing berkejaran
keran tidak lagi bisa ditutup rapat
terus meneteskan air
 
dan selesai sudah kelam raya
hari telah hitam muda
sementara kitab itu terus terjaga
di dalamnya kalian berjaga.
 
Depok, 2017

Dimuat Koran Tempo, Akhir Pekan, 1Juli 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s