BIOGRAFI PUITIK LELAKI MINANG

LdTS membawa beban kultural mengenai posisi “lelaki”, “ruang privat”, dan “rantau” di Minangkabau. Lelaki terus digambarkan dalam posisi tidak menguntungkan, terus berada dalam kondisi memilukan. Lelaki ditakdirkan dari lahir untuk merantau dan tidak mempunyai ruang privat sendiri. Benarkan posisi lelaki di Minangkabau pada dasarnya serupa itu jalan hidupnya?

Sila diunduh:

ESAI LELAKI TANGKAI SAPU

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s