PUISI DAN LIDAH KOSMOPOLIT

Dalam puisi tersebut terdapat si aku-“lirik” yang seakan bertanya-tanya tentang sebuah minuman sebagai pemuas segala macam dahaganya; tidak hanya dahaga lahir, tapi dahaga batin. Mulai dari awal puisi tersebut sudah mulai diarahkan pada pembacaan tentang Coca-Cola, dan pada terkahir puisi barulah dijelaskan, meski disandingkan dengan sebuah pertanyaan. Kau mencuri dari lidahku/ Merah muda belia/ Atau putih semenjana/ Untuk melunakkan coklatmu. Bait pertama puisi “Dahaga” ini seakan menjelaskan persoalan “lidah” aku-“lirik” dalam puisi, dengan pertanyataan bahwa seseorang atau sesuatu yang disebut dengan “kau”, yang telah “mencuri” lidah itu. Simbolisasi pun mulai diarahkan pada Coca-Cola, bahwa yang telah mencuri lidah si-“aku” adalah sesuatu yang berwarna “coklat”.

 

Sila diunduh:

PUISI DAN LIDAH KOSMOPOLIT

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s