BERBEDA JALAN MENUJU REVOLUSI [SEBUAH PERTUNJUKAN TEATER]

Narasi empat tahun masa Revolusi Nasional Indonesia (1945 – 1949) ditarik kembali dalam pertunjukan teater berjudul Jejak Tak Bertoreh di Teater Utama Taman Budaya Sumatera Barat, Jumat malam lalu (18/8). Pidato heroik Bung Tomo pada 10 November 1945 di Surabaya diperdengarkan pada penonton berbarengan dengan penayangan gambaran pertempuran masa itu. Penghadiran tersebut barangkali untuk mengapungkan kembali memori kolektif penonton, sebagai pengantar suasana pertunjukan, atau malahan untuk menguji sejauh mana penonton mengetaui mengenai revolusi Indonesia.

Pertunjukan Jejak Tak Bertoreh yang disutradarai Reza Astika (naskah Edi Suisno)—dalam rangka Ujian Akhir Penciptaan Seni Teater Pascasarjana ISI Padangpanjang—sepertinya memang tak hendak berleha-leha menghadapkan gambaran perjuangan revolusi fisik pada penonton. Namun lebih pada dinamika pemikiran The Founding Fathers Indonesia dalam masa revolusi. Pada pementasan tersebut Tan Malaka disebut-sebut oleh para pelakon, ia hadir secara ideologis, tapi absen sebagai sosok. [….]

 

Tulisan ini dimuat di Koran Padang Ekspres, 27 Agustus 2017

Sila unduh versi pdf: BERBEDA JALAN MENUJU REVOLUSI

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s