UBAI

Ubai adalah keluh prostat dan ambeien

gerungan lapar pada subuh

dengan suara rebusan akar batu

gelegak labu kuning dan jantung pisang

lenguh pangkal paha tersiram air panas

ketuntang panci dan kaleng roti jatuh ke lantai.

Di halaman, rumput akan terus meninggi, Ubai

daun rambutan akan tetap saja rurut

ada batang-batang pisang dengan umbi busuk tak terselamatkan

dahan-dahan jambu air patah dihempas angin gadang

kelapa tua jatuh menggelinding ke balik pagar apartemen.

Di sini, hari baik dan hari buruk terus bersabung

nasib serupa pertikaian bahasa pagar dengan palang panjang itu:

“terkurung

tak hendak kita di luar

terbebas

tak hendak kita di dalam”.

Ubai serupa alarm Mahali berdering dua jam sekali

hasrat untuk terus mematikan lampu laman saat subuh tiba

kehendak memautkan tali seekor anak anjing

ke pangkal pohon paling jauh

dan keinginan untuk menyembuhkan udara kota

dari demam berkepanjangan.

Depok, 2017

Dimuat di Koran Kompas, 7 April 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s