KUPU-KUPU BANDA MUA: SEBUAH PEMBACAAN AWAL

Persoalan sosio-kultural Minangkabau agaknya tetap menjadi perhatian utama bagi pengarang dengan basis penciptaan dari Minangkabau. Dialektika antara rantau dan kampung terus menerabas batas-batas posisi geografis mereka. Tubuh boleh jadi berada pada ruang lain, tapi pikiran tetap menyentuh dusun-dusun tersuruk di pedalaman Minangkabau. Kita dapat melihat beberapa pengarang yang melalui proses penciptaan di rantau tapi tetap berusaha menggapai persoalan kampung. Di saat beberapa penulis lain menggap isu-isu seputar kosmopolitan, pluralisme, atau interaksi lintas budaya saat mereka berpindah secara georafis. Wacana mengenai dialektika Minangkabau tetap menjadi pilihan bagi penulis dengan basis penciptaan Minangkabau. Pilihan tersebut barangkali sebagai penanda bahwa dalam ruang lingkup domestik terdapat wacana kebudayaan yang belum tuntas dibahas.

Baca lebih lanjut

Iklan

SUREALISME YETTI AKA (PDF)

Makalah ini dibacakan saat Pekan Kritik Sastra FIB Unand, 16 April 2015. Dalam versi pendek pernah diterbitkan di koran Padang Ekspres, Minggu, 22 Februari 2015.

Surealism