SASTRA, ARENA, KUASA: SURAT TERBUKA UNTUK PUBLIK SASTRA INDONESIA

Salah satu persoalan kesusastraan Indonesia hari ini adalah praktik pelemahan sistemik dari agensi-agensi sastra untuk melanggengkan ketokohan Denny JA dalam arena kesusastraan Indonesia kontemporer. Agensi-agensi kesusastraan ini bekerja merekrut penulis-penulis untuk bekerjasama membuat apa yang dianggap pembaruan dalam model perpusisian Indonesia, membayar mereka dengan iming-iming honorium besar (benarkan besar?), dan membubuhkan tanda tangan di atas klausul-klausul dalam surat perjanjian bermaterai terkait kerjasama antara kedua belah pihak sebagai bentuk legalitas formal. Permasalahan ini memunculkan kecurigaan antar pelaku kesusastraan, sesama anggota dalam komunitas kesusastraan, dan hubungan-hubungan personal sastrawan di dalam daerah (provinsi) atau antar daerah. Karena pola kerja agensi tersebut tertutup dan menyusup ke dalam komunitas-komunitas sastra di beberapa daerah.

Baca lebih lanjut

Iklan