TAFSIR 500 KESUNYIAN SUN GO KONG

25584573042_7f8a0d35e4_o

Tulisan ini dimuat di lembaran budaya Cagak, Padang Eskpres, 20 Maret 2016.

Tidak ada “tadi”, tidak ada “nanti”, tapi perjalanan hidup terus merupakan perulangan. Waktu hanyalah “antara”. Peristiwa terus terjadi dalam sebuah rentang waktu “antara”. Terus berulang, tapi dalam perulang itu orang-tidak sadar apa yang sudah pernah terjadi dan terus mempertanyakan tentang kebenaran diri mereka. Dan bagaimana jika kamu hidup sendirian, mengapa tidak hidup dalam sebuah cerita yang tidak pernah berakhir?

Peristiwa itulah yang dihadirkan Ryuzanji Company (Jepang) lewat pertunjukan Kera Sakti di Teater Salihara, Jakarta, pekan lalu (11/3). Pertunjukan teater dengan sutradara Tengai Amano tersebut menafsir lagi Perjalanan ke Barat, karya sastra klasik Tiongkok, karangan Wu Cheng’en, penulis dari masa Dinasti Ming (1360-1644).

Baca lebih lanjut